Kumpulan Materi KKPI
Perangkat Lunak (
software) merupakan suatu program yang
dibuat oleh pembuat program untuk menjalankan perangkat keras komputer.
Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk
melakukan proses pengolahan data.
Software sebagai penghubung
antara manusia sebagai pengguna dengan perangkat keras komputer,
berfungsi menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga
perangkat keras komputer memahami keinginan pengguna dan menjalankan
instruksi yang diberikan dan selanjutnya memberikan hasil yang
diinginkan oleh manusia tersebut.
Perangkat lunak komputer berfungsi untuk :
- Mengidentifikasi program
- Menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer terkontrol.
- Mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.
Macam-macam Perangkat Lunak
Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
- Sistem Operasi (Operating System),
- Program Aplikasi (Application Programs),
- Bahasa Pemrograman (Programming Language),
- Program Bantu (Utility)
1. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan
sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output,
tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem
operasi berfungsi sebagai penghubung antara manusia dengan
perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan. Adapun fungsi
utama sistem operasi adalah :
- Menyimpan program dan aksesnya
- Membagi tugas di dalam CPU
- Mengalokasikan tugas-tugas penting
- Merekam sumber-sumber data
- Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan data
- Memeriksa kesalahan sistem
- Multitugas pada OS/2″, Windows ‘95″, Windows ‘98″, Windows NT”, /2000/XP
- Memelihara keamanan sistem, khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi (password) dan penggunaan ID
Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk operating System (DOS), Microsoft Windows, Linux, dan Unix.
2. Program Aplikasi (Aplication Programs)
Program Aplikasi adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk
kebutuhan tertentu, misalnya program pengolah kata, mengelola lembar
kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.
3. Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk
menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman
ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur tertentu, agar diterima oleh
komputer.
Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :
- Bahasa tingkat rendah (low level language)
Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.
- Bahasa tingkat tinggi (high level language)
Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari
oleh pengguna komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya :
BASIC, COBOL, PASCAL, FORTRAN.
- Bahasa generasi keempat (4 GL)
Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa
yang berorientasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming
(OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++
4. Program Bantu (Utility)
Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai
aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer,
misalnya memformat disket, mengopi data, mengkompres file, dan
lain-lain.
Contoh software ini diantaranya :
- Norton Utility
- Winzip
- Norton Ghost
- Antivirus
Sebuah sistem operasi atau dalam bahasa asingnya Operating System adalah sebuah program yang mengatur hardware komputer. Sistem operasi juga menyediakan fondasi untuk aplikasi di atasnya dan bertindak sebagai penghubung antara user dengan hardware.
Setiap sistem operasi memiliki caranya masing-masing untuk
menyelesaikan tugasnya. Hal ini menimbulkan aneka ragam sistem operasi
yang sangat menakjubkan.
Pengertian dari sistem operasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang user,
sistem operasi dapat dipandang sebagai alat untuk mempermudah
penggunaan Komputer. Dalam hal ini sistem operasi dirancang agar
mudah digunakan, dengan sedikit memperhatikan performa dan
mengabaikan utilisasi sumber daya. Selain itu dalam lingkungan multi-user,
sistem operasi juga dapat dipandang sebagai alat untuk
memaksimalkan penggunaan sumber daya komputer. Akan tetapi, di
beberapa komputer, sudut pandang user dapat dikatakan hanya sedikit
atau tidak ada sama sekali. Misalnya embedded computer
pada peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan sebagainya
mungkin saja memiliki lampu indikator untuk menunjukkan keadaan
sekarang, tetapi sistem operasi ini dirancang untuk bekerja tanpa
campur tangan user.
Dari sudut pandang sistem, sistem operasi dapat dipandang sebagai alat yang menempatkan sumber daya secara efisien (Resource Allocator).
Sistem Operasi adalah manager bagi sumber daya, yang menangani
konflik permintaan sumber daya secara efisien. Sistem operasi juga
mengatur eksekusi aplikasi dan operasi dari alat I/O. Fungsi ini
dikenal juga sebagai Control Program. Lebih lagi, Sistem operasi merupakan suatu bagian program yang berjalan setiap saat yang dikenal dengan istilah kernel.
Dari sudut pandang tujuan sistem operasi, sistem
operasi dapat dipandang sebagai alat yang membuat komputer lebih
nyaman digunakan.( convenient ) untuk menjalankan
aplikasi dan menyelesaikan masalah pengguna. Tujuan lain sistem
operasi adalah membuat penggunaan sumber daya komputer menjadi
efisien.
Menurut Gramacomp Team, sering terjadi kesalahan
dalam membagi jenis-jenis komputer bahkan di kalangan para pakar
sekalipun. Sering terjadi kelas-kelas komputer tidak dibagi menurut
dasar pembagiannya, hingga artinya menjadi. campur aduk. Misalnya,
masyarakat sering sekali menyebut PC (Personal Computer) sama dengan desktop. Padahal, hal ini adalah dua hal yang berbeda acuannya. Sebuah desktop hampir pasti PC, akan tetapi PC sangat mungkin bukan desktop, tapi bisa saja notebook.
Kami membagi jenis komputer berdasarkan tiga dasar,
yaitu ukuran, karakteristik, dan jenis data. Pada kenyataanya dapat
saja terjadi sebuah komputer dimasukkan dalam dua atau lebih
kelas yang ada di dasar klasifikasi yang sama. Hal ini dimungkinkan
oleh perkembangan jaman. Misalkan, dahulu semua desktop disebut microcomputer, tetapi karena perkembangan jaman, istilah microcomputer menjadi kurang spesifik (karena munculnya notebook, handheld PC, desknote ).
Klasifikasi ini berdasarkan ukuran sifat khas dari sebuah komputer. Biasanya berkaitan erat dengan fungsinya.
Secara umum, sistem kluster adalah gabungan dari
beberapa sistem individual ( komputer ) yang dikumpulkan
pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (
storage ), dan saling terhubung dalam jaringan lokal ( Local Area Network ).
Sistem kluster memiliki persamaan dengan sistem
paralel dalam hal menggabungkan beberapa CPU untuk
meningkatkan kinerja komputasi. Jika salah satu mesin mengalami
masalah dalam menjalankan tugas maka mesin lain dapat mengambil
alih pelaksanaan tugas itu. Dengan demikian, sistem akan lebih
andal dan fault tolerant dalam melakukan komputasi.
Dalam hal jaringan, sistem kluster mirip dengan sistem terdistribusi ( distributed system
). Bedanya, jika jaringan pada sistem terdistribusi melingkupi
komputer-komputer yang lokasinya tersebar maka jaringan pada
sistem kluster menghubungkan banyak komputer yang dikumpulkan
dalam satu tempat.
Dalam ruang lingkup jaringan lokal, sistem
kluster memiliki beberapa model dalam pelaksanaannya : asimetris
dan simetris. Kedua model ini berbeda dalam hal pengawasan
mesin yang sedang bekerja.
Pengawasan dalam model asimetris menempatkan
suatu mesin yang tidak melakukan kegiatan apapun selain
bersiap-siaga mengawasi mesin yang bekerja. Jika mesin itu
mengalami masalah maka pengawas akan segera mengambil alih
tugasnya. Mesin yang khusus bertindak pengawas ini tidak
diterapkan dalam model simetris. Sebagai gantinya, mesin-mesin
yang melakukan komputasi saling mengawasi keadaan mereka. Mesin
lain akan mengambil alih tugas mesin yang sedang mengalami
masalah.
Jika dilihat dari segi efisiensi penggunaan
mesin, model simetris lebih unggul daripada model asimetris. Hal
ini disebabkan terdapat mesin yang tidak melakukan kegiatan
apapun selain mengawasi mesin lain pada model asimetris.
Mesin yang ‘menganggur’ ini dimanfaatkan untuk melakukan
komputasi pada model simetris. Inilah yang membuat model
simetris lebih efisien.
Isu yang menarik tentang sistem kluster adalah
bagaimana mengatur mesin-mesin penyusun sistem dalam
berbagi tempat penyimpanan data ( storage ). Untuk
saat ini, biasanya sistem kluster hanya terdiri dari 2 hingga 4
mesin berhubung kerumitan dalam mengatur akses mesin-mesin ini
ke tempat penyimpanan data.
Isu di atas juga berkembang menjadi bagaimana
menerapkan sistem kluster secara paralel atau dalam
jaringan yang lebih luas ( Wide Area Network ). Hal
penting yang berkaitan dengan penerapan sistem kluster secara
paralel adalah kemampuan mesin-mesin penyusun sistem untuk
mengakses data di storage secara serentak. Berbagai software
khusus dikembangkan untuk mendukung kemampuan itu karena
kebanyakan sistem operasi tidak menyediakan fasilitas yang
memadai. Salah satu contoh software -nya adalah Oracle Parallel Server yang khusus didesain untuk sistem kluster paralel.
Seiring dengan perkembangan pesat teknologi
kluster, sistim kluster diharapkan tidak lagi terbatas pada
sekumpulan mesin pada satu lokasi yang terhubung dalam
jaringan lokal. Riset dan penelitian sedang dilakukan agar pada
suatu saat sistem kluster dapat melingkupi berbagai mesin yang
tersebar di seluruh belahan dunia.
Sistem waktu nyata adalah suatu sistem yang
mengharuskan suatu komputasi selesai dalam jangka waktu
tertentu. Jika komputasi ternyata belum selesai maka sistem
dianggap gagal dalam melakukan tugasnya.
Sistem waktu nyata memiliki dua model dalam pelaksanaannya : hard real time system dan soft real time system . Hard real time system
menjamin suatu proses yang paling penting dalam sistem akan
selesai dalam jangka waktu yang valid. Jaminan waktu yang ketat
ini berdampak pada operasi dan perangkat keras ( hardware ) yang mendukung sistem. Operasi I/O dalam sistem, seperti akses data ke storage, harus selesai dalam jangka waktu tertentu. Dari segi ( hardware ), memori jangka pendek ( short-term memory ) atau read-only memory ( ROM ) menggantikan hard-disk
sebagai tempat penyimpanan data. Kedua jenis memori ini dapat
mempertahankan data mereka tanpa suplai energi. Ketatnya aturan
waktu dan keterbatasan hardware dalam sistem ini
membuat ia sulit untuk dikombinasikan dengan sistem lain,
seperti sistim multiprosesor dengan sistem time-sharing .
Soft real time system tidak memberlakukan aturan waktu seketat hard real time system.
Namun, sistem ini menjamin bahwa suatu proses terpenting selalu
mendapat prioritas tertinggi untuk diselesaikan diantara
proses-proses lainnya. Sama halnya dengan hard real time system , berbagai operasi dalam sistem tetap harus ada batas waktu maksimum.
Aplikasi sistem waktu nyata banyak digunakan
dalam bidang penelitian ilmiah, sistem pencitraan medis, sistem
kontrol industri, dan industri peralatan rumah tangga.
Dalam bidang pencitraan medis, sistem kontrol industri, dan
industri peralatan rumah tangga, model waktu nyata yang banyak
digunakan adalah model hard real time system . Sedangkan dalam bidang penelitian ilmiah dan bidang lain yang sejenis digunakan model soft real time system .
Tidak ada suatu ketentuan khusus tentang bagaimana
seharusnya struktur sistem sebuah komputer. Setiap ahli dan desainer
arsitektur komputer memiliki pandangannya masing-masing. Akan tetapi,
untuk mempermudah kita memahami detail dari sistem operasi di bab-bab
berikutnya, kita perlu memiliki pengetahuan umum tentang struktur
sistem komputer.
Secara umum, sistem komputer terdiri atas CPU dan sejumlah device controller yang terhubung melalui sebuah bus yang menyediakan akses ke memori. Umumnya, setiap device controller bertanggung jawab atas sebuah hardware spesisfik. Setiap device dan CPU dapat beroperasi secara konkuren untuk mendapatkan akses ke memori. Adanya beberapa hardware ini dapat menyebabkan masalah sinkronisasi. Karena itu untuk mencegahnya sebuah memory controller ditambahkan untuk sinkronisasi akses memori.
Pada sistem komputer yang lebih maju,
arsitekturnya lebih kompleks. Untuk meningkatkan performa, digunakan
beberapa buah bus . Tiap bus merupakan jalur data antara beberapa device yang berbeda. Dengan cara ini RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus utama berkecepatan tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus) . Sementara perangkat lain yang lebih lambat dihubungkan oleh bus yang berkecepatan lebih rendah yang terhubung dengan bus lain yang lebih cepat sampai ke bus utama. Untuk komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge .
Tanggung jawab sinkronisasi bus yang secara tak langsung juga mempengaruhi sinkronisasi memori dilakukan oleh sebuah bus controller atau dikenal sebagai bus master . Bus master akan mengendalikan aliran data hingga pada satu waktu, bus hanya berisi data dari satu buah device .
Pada prakteknya bridge dan bus master ini disatukan dalam sebuah chipset .
NB: GPU = Graphics Processing Unit; AGP = Accelerated Graphics Port; HDD = Hard Disk Drive; FDD = Floppy Disk Drive; FSB = Front Side Bus; USB = Universal Serial Bus; PCI = Peripheral Component Interconnect; RTC = Real Time Clock; PATA = Pararel Advanced Technology Attachment; SATA = Serial Advanced Technology Attachment; ISA = Industry Standard Architecture; IDE = Intelligent Drive Electronics/Integrated Drive Electronics; MCA = Micro Channel Architecture; PS/2 =Sebuah port yang dibangun IBM untuk menghubungkan mouse ke PC;
Jika komputer dinyalakan, yang dikenal dengan nama booting, komputer akan menjalankan bootstrap program yaitu sebuah program sederhana yang disimpan dalam ROM yang berbentuk chip CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) . Chip CMOS modern biasanya bertipe EEPROM(Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), yaitu memori non-volatile (tak terhapus jika power dimatikan) yang dapat ditulis dan dihapus dengan pulsa elektronik. Lalu bootsrap program ini lebih dikenal sebagai BIOS (Basic Input Output System) .
Bootstrap program utama, yang biasanya terletak di Motherboard akan memeriksa hardware-hardware utama dan melakukan inisialisasi terhadap program dalam hardware yang dikenal dengan nama firmware .
Bootstrap program utama kemudian akan mencari dan meload kernel
sistem operasi ke memori lalu dilanjutkan dengan inisialisasi
sistem operasi.Dari sini program sistem operasi akan menunggu
kejadian tertentu. Kejadian ini akan menentukan apa yang akan
dilakukan sistem operasi berikutnya ( event-driven ).
Kejadian ini pada komputer modern biasanya ditandai dengan munculnya interrupt dari software atau hardware, sehingga Sistem Operasi ini disebut Interrupt-driven. Interrupt dari hardware biasanya dikirimkan melalui suatu signal tertentu, sedangkan software mengirim interrupt dengan cara menjalankan system call atau juga dikenal dengan istilah monitor call . System/Monitor call ini akan menyebabkan trap yaitu interrupt khusus yang dihasilkan oleh software karena adanya masalah atau permintaan terhadap layanan sistem operasi. Trap ini juga sering disebut sebagai exception .
Setiap interrupt terjadi, sekumpulan kode yang dikenal sebagai ISR (Interrupt Service Routine)
akan menentukan tindakan yang akan diambil. Untuk menentukan
tindakan yang harus dilakukan, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
polling yang membuat komputer memeriksa satu demi satu perangkat yang ada untuk menyelidiki sumber interrupt dan dengan cara menggunakan alamat-alamat ISR yang disimpan dalam array yang dikenal sebagai interrupt vector di mana sistem akan memeriksa Interrupt Vector setiap kali interrupt terjadi.
Arsitektur interrupt harus mampu untuk menyimpan alamat instruksi yang di- interrupt
. Pada komputer lama, alamat ini disimpan di tempat tertentu yang
tetap, sedangkan padakomputer baru, alamat itu disimpan di stack bersama-sama dengan informasi state saat itu.
PERANGKAT KERAS (HARDWARE)
Perangkat Keras (Hardware)
Hardware berupa peralatan fisik dari sebuah sistem komputer, peralatan ini terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. Perangkat masukan (Input device)
Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks,
foto, maupun gambar ke dalam komputer.Contoh perangkat input misalnya
keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.
2. perangkat keluaran (Output device)
perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer.
3. Perangkat pengolah data (Processor)
Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data.Pengolah
data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga
mikroprosesor.
Macam-macam perangkat keras (hardware):
1. CPU (Central Processing Unit)
Merupakan alat yang berfungsi sebagai pemroses data.CPU berisi
rangkaian sirkuit yang menyimpan instruksi-instruksi pemrosesan dan
penyimpanan data.
2. Monitor
Merupakan alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU.
3. Keyboard
Keyboard merupakan alat untuk memasukkan data maupun perintah ke CPU,
biasanya terdiri atas rangkaian huruf, angka, dan tombol fungsi
lainnya.
4. Mouse
Mouse merupakan alat bantu untuk memberikan perintah dalam memproses data atau mengedit data.
5. Printer
Priter merupakan alat yang memproduksi keluaran data (output) berbentuk cetak, berupa teks maupun gambar/grafik.
6. CD ROM
Alat tambahan (alat peripheral) yang mampu menyimpan dan menuliskan
data dan program melalui media CD (Compact Disk).Alat ini didesain mampu
menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem optik.
7. Compact Disk (CD)
Media penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik.Proses penyimpanan dan pembacaan data menggunakan sistem optik.
8. Floppy Disk
Floppy disk merupakan alat tambahan untuk menyimpan atau menuliskan
ke dalam disket maupun sebaliknya, ukuran yang umum digunakan adalah
ukuran 3,5 inchi.
9. Hardddisk
Harddisk merupakan alat tambahan untuk menyimpan data dalam kapasitas
besar yang dilapisi secara magnetis, saat ini perkembangan harddisk
sangat cepat dari daya tampung dan kecepatan membaca data.Perlu kalian
ketahui saat ini harddisk memang mutlak ada dalam setiap computer atau
laptop sebagai penyimpan sistem operasi yang permanen.
10. Scanner
Scanner merupakan alat Bantu untuk memasukkan data berupa gambar atau
grafik dan mengubahnya ke dalam bentuk digital sehingga dapat diproses
dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.
- Tekan F1/DEL/Perintah lainnya untuk SETUP BIOS
- Pilih menu Boot
- Boot pertama menjadi ( 1st Boot Device) à CD-Rom Group
- Boot kedua ( 2st Boot Device) à Hard Drive Group
- Cara merubahnya tekan (+) untuk menaikannya (-) untuk menurunkannya
- Selanjutnya Tekan F10, Save Configuration Change and ? Pilih ok
- Press any key from Boot Cd à tekan sembarang tombol / Enter
- Windows XP Profesional Setup
- Wellcome to setup à pilih enter
- Akan menampilkan End User Licence Agreement à Tekan F8 untuk “ I Agree”
- Untuk memformat harrdisk, pilih delete partisi jika ada partisi di harddisk tsb,
- Terdapat beberapa pilihan : Enter = Install
- D = Delete Partision, F3 = Quit
- Pilih (D) untuk Delete Partision yang ada, karena hanya ada 1 partisi.
- kemudian à Enter
- You asked Setup to delete the partition? à Pilih L / Delete untuk menghapus partisi yang ada.
- Selanjutnya klik C untuk create partition
- Untuk membuat 2 partisi, misalnya Hardisk kita 80 GB, C
dibuat menjadi setengah “35000mb” sesuai keinginan à kemudian
tekan Enter untuk Create, Sisa partisinya /
Unpartitioned space : 44999mb kemudian klik C untuk create
partition selanjutnya pilih “d”
- Klik enter untuk create
- Unpartition space à jadi D = nya
- Klik Directori C-nya yang akan diinstall à pilih enter untuk install
- Pilih à Format the partition Using the NTFS file system
- kemudian pilih enter untuk install
- Regional and Language Option
- Costoizenya pilih à Indonesian dan
- Locationnya pilih à Indonesia
- Selanjutnya à Next
- Personal your software
- Isi Namenya = dan Organization =
- Selanjutnya à Next
- Your Product Key
- Isi Keynya : ___ selanjutnya à Next
- Computer Name and Administrator Password
- Isi Coputer Name :
- Type and Administrator Password =
- Admin pass =
- Confirm pass =
- Selanjutnya Next
- Date and Time Setting
- Date & Time : Diisi waktunya
- Time Zone : Jam
- Kemudian pilih Next
- Network Setting à Pilih Typical setting à Next
- Workgroup or computer Domain à Next
- Display Setting à Ok
- Ok
- klik Next
- Not Right Now à next
- How will this computer connect to the internet?
- Pilih LAN untuk koneksi internet menggunakan jaringan kemudian tekan Next
- Setting Up a high speed connection
- Obtain IP automatically : klik tanda centang
- Obtain DNS automatically : klik tanda centang Selanjutnya Next
- Ready to register with Microsoft?
- Are you ready to register with Microsoft? Pilih Yes
- Who will use this computer? Next
- Thank you à Finish
- Selanjutnya format Direktori D-nya, caranya klik kanan windows
explorer di direktori d pilih quik format ( untuk format
cepat)
- Selanjutnya install software2 pendukungnya
- Jangan lupa antivirus.
——————————————————————————————————
Note :
Share Pengalaman Install Windows Xp, Pakailah Software original untuk Install Windows Xp, karena lebih terjamin Securitynya !
DOS ( Disk Operating Sistem )
Seperti telah disinggung di depan banyak jenis sistem operasi yang
bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS, MS Windows, LINUX,
APPLE, dll. Dari sekian banyak sistem operasi ada sistem operasi yang
interface ( kontak ) dengan user ( pengguna ) yaitu menggunakan TEXT (
DOS, POSIX, LINUX ), ada juga yang kontaknya dengan pengguna menggunakan
GUI ( Graphical User Interface ) seperti MS Windows dan LINUX ( LINUX
bisa berbasis TEXT dan berbasis GUI ). Sistem operasi berbasis text
artinya user berinteraksi dengan sistem dengan perintah-perintah yang
berupa text. Lain halnya dengan system operasi berbasis GUI, pada sistem
ini user dapat berinteraksi dengan system operasi melalui gambar-gambar
/ simbol – simbol, dan tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan
kenyamanan bagi pengguna. Itulah sebabnya mengapa sistem operasi yang
berbasis GUI seringkali disebut User Friendly.
DOS menempati posisi sebagai operating system yang menggunakan CUI (
Character User Interface ). Dalam hal ini DOS yang saat ini telah
tergantikan / diperbarui dengan adanya Microsoft Windows versi 9x, 2k,
dan sebagainya yang berbasiskan GUI ( Grafical user Interface ).
Beberapa fungsi dari Operating System ( DOS ) adalah:
1. Mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan komputer
2. Mengatur memori
3. Mengatur proses input dan output data
4. Management file
5. Management direktory
Contoh : MSDOS Versi 6.22 yang memiliki beberapa utilitas sbb:
1. Memiliki fasilitas doublespace untuk mengkompresi disk dan fasilitas
drivespace yang ada pada fasilitas doublespace. Digunakan untuk
menyimpan informasi untuk file yang dikompres dalam format yang berbeda.
2. Fasilitas Scandisk.Utility yang digunakan untuk mendiagnosa dan
memperbaiki disk yang rusak baik yang dikompressi atau tidak.
Memperbaiki crosslinks dan cluster yang hilang serta memperbaiki
kerusakan phisik disk.
3. Fasilitas Smartdrive. Digunakan untuk mengamankan data dengan cara tidak menunjukkan prompt dahulu sebelum data direkam.
4. Fasilitas Diskcopy. Berfungsi untuk mengkopi satu disket ke disket lainnya.
5. Microsoft Defragmanter. Untuk menata letak file dan directory agar
lebih cepat dalam pencarian file – file. Pengolahan File dan Directory.
Dalam DOS terdapat Command – command / perintah yang dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Internal Command
Adalah perintah yang tidak lagi membutuhkan file khusus karena semua instruksi internal sudah ditampung dalam file command.com.
2. External Command
Untuk mempermudah mampelajari fasilitas DOS maka tiap perintah sudah
terdapat file Help Untuk menjalankannya bisa digunakan perintah seperti
contoh berikut:
A:\>Copy/?
Atau
A:\>help copy
Maka akan mendapatkan hasil pada layar sebagai berikut :
COPY
Perintah ini digunakan untuk menyalin atau mengkopy file. Bentuk umum perintah ini adalah sebagai berikut :
Copy [file_asal] [file_tujuan]
Contoh :
A:\>copy a:\tugas c:\latdos
Perintah diatas menunjukkan perintah untuk mengkopi file pada directory
tugas di disket, dan disalin atau dicopykan ke directori c:\latdos
Hasil perintah diatas sbb:
Pada gambar diatas menunjukkan bahwa proses pengcopy-an berhasil yaitu berupa file TUGASM~1.doc
Contoh lainnya:
A:\>copy a:*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file dari drive a ke c:\latdos
A:\>copy ??g*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya g ke c:\latdos.
DEL
Berfungsi untuk menghapus atau mendelete file. Bentuk umum :
Del[nama_file]
Contoh:
C:\latdos>del *.doc {digunakan untuk menghapus semua file yang berektensi doc}
Gambar sebelum di delete.
Gambar setelah dilakukan perintah del*.doc
Lihat isi directory dengan dir
Terlihat bahwa file Tugasm~1.doc sudah tidak ada!
DIR
Bentuk umumnya :
DIR(drive:)(path)(filename)(/p)(/w)(/a)((:atribs))(/o)((:)(/s)(/b)dir
Perintah dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory.
/p : untuk menampilkan nama file per halaman (page).
/w : untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
/a : menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan attribute+h (Hidden).
/o : untuk menampilkan file dalam bentuk terurut: § n berdasarkan nama file (alphabet).
e : berdasarkan tipe file (extension).
S : berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
D : berdasarkan tanggal dan waktu § ,– untuk mengembalikan instruksi.
/s : untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory.
/b : untuk menampilkan file dan directory perbaris.
/l : untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil.
/c : untuk menampilkan rasio pengkompresan.
Contoh:
C:\>dir
Menampilkan file-file dalam root directory
REN
Digunakan untuk mengubah nama (Rename) file dengan file yang baru.
Perintah ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut. Bentuk umumnya:
REN
Contoh:
C:\>ren tugasm~1.doc tugasku.doc
Perintah diatas berarti mengubah nama file dari tugasm~1.doc menjadi
tugasku.doc. Setelah di rename maka akan menghasilkan berikut ini : VOL
Perintah ini digunakan untuk menampilkan Volume label atau nomor seri
dari sebuah disk.
Contoh: A:\>Vol TYPE
Digunakan untuk menampilkan file text. Perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file saja dan hanya untuk file text.
Contoh: A:\>type surat.txt {diasumsikan file surat.txt ada di disket}
Maka akan menghasilkan. XCOPY Bentuk Umum:
XCOPY SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]
Keterangan :
DESTINATION : diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
/Y : Untuk tidak menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/-Y : Untuk menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/A : Menyalin hanya pada file yang berattribut archieve ( arsip ).
/M : Menyalin file yang telah diberi attribute archieve. Switch ini
berbeda dengan /A karena Switch /M merubah attribute file asal.
/D : date menyalin hanya file yang dimodivikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
/P : digunakan agar MS-DOS menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
/S : Menyalin suatu diraktori berikut seluruh file dan subdirektori didalamnya . Kecuali direktori kosong.
/E : Digunakan bersama switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu
direktori berikut sub-sub directory didalamnya termasuk direktori yang
kosong.
/V : untuk memeriksa setiap file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
/W : Digunakan agar MS-DOS menampilkan pesanpesan terlebih dahulu dan
menanyakan tindakan selanjutnya, sebelum xccopy menyalin file-file
tersebut.
Contoh:
A:\>xcopy a: c: /s/e
Untuk menyalin file-file dari A: ke C: termasuk subdirektori kosong.
Proses pengkopian sukses sebanyak 40 file yang di copy ke C: MOVE.
Perintah ini digunakan untuk memindahkan satu atau beberapa file pada
tempat yang kita inginkan.
MOVE
Instruksi Move selain untuk memindahkan file, juga bisa mengganti nama direktori dan nama file yang dipindahkan. Bentuk Umum:
MOVE [drive:] [path] [filename], [drive] [filename[…]] destination
Parameter: [drive:]][path]filename : menspesifikasikan lokasi dan nama dari file-file yang kita pindahkan.
Contoh:
A:\>MOVE A:\tugas tugasm~1.doc C:\latdos
Artinya memindahkan file command.com ke dalam sub direktori latdos di drive C:
Catatan: Instruksi diatas hanya dapat berjalan jika file move.exe ada
pada dos anda dan berada di root direktori atau berada di direktori lain
dengan catatan direktori tersebut telah diberi path.
ATTRIB
Bentuk umumnya :
ATTRIBUT(+R|-R) (+A|-A) (+S|-S)( +H|-H) ((drive:)(path) filename) (/S)
Digunakan untuk mengubah file permission. Misalnya membuat file berattribut read only, Hidden dan sebagainya.
Parameter :
(drive:)(path)filename menentukan letak dan nama dari file yang akan diubah.
+ : Mengadakan suatu attribute.
- : menghilangkan attribute.
R : Mengubah attribute file menjadi Read Only. File yang telah diubah
menjadi readonly tidak dapat diubah diganti ataupun dihapus.
A : mengubah attribute file menjadi Archieve (file yang telah memiliki arsip).
S : Mengubah attribute menjadi sistem.
H : mengubah attribute menjadi hidden.
/s : memproses file pada direktori maupun seluruh sub direktori.
Contoh: C:\>attrib+h+r C:\latdos\*.*
Artinya : membuat seluruh file pada subdirektori data manjadi hidden (
tersembunyi ) dan read only(tidak dapat diubah). MD|MKDIR (Make
directory).
Bentuk umum:
MD [Nama_direktory]
Contoh:
C:\>md dos622 C:\>md data
CHANGE DIRECTORY
Untuk melihat direktori yang telah dibuat ketikkan: dir CD /CHDIR
Change directory atau pindah directory. Perintah ini digunakan untuk
pindah directory atau mengubah directory aktif.
Contoh :
C:\>cd dos622
Terlihat sekarang bahwa direktori yang aktif adalah direktori dos622.
RD (Remove Directory)
Bentuk Umum:
RD [nama_sub_directory]
Perintah RD digunakan untuk menghapus subdirectory. Syarat agar bisa
menghapus sebuah directory adalah : posisi penghapusan subdirectory yang
akan dihapus harus berada di luar dari subdirektori tersebut. Direktori
yang akan dihapus harus benar-benar kosong. Jika tidak kosong gunakan
insstruksi del*.* kemudian perintah RD Bisa digunakan.
DELTREE
Bentuk Umum :
DELTREE (/Y)(drive:) path
Drive path menentukan letak dan nama direktori yang akan dihapus.
Switch /y agar perintah deltree tidak menampilkan konfirmasi penghapusan
Contoh:
a:\>deltree c:\data
3. PERINTAH PADA LAYAR DATE
Berfungsi untuk mengubah tanggal dari system dos. Bentuk / format pengisiannya adalah mm-dd-yy atau bulan, tanggal, tahun.
CLS ( Clear screen ) digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layer komputer.
TIME digunakan untuk merubah system waktu yang ada pada dos : PROMPT
Bentuk umumnya:
PROMPT [prompt_text] [$parameter]
Parameter yang ada:
$g : menampilkan karakter>
$h : menghapus kerekter sebelumnya(berfungsi seperti backspace).
$n : menampilkan default disk yang digunakan.
$p : menampilkan posisi direktori yang sedang aktif dari drive default.
$q : menampikan karakter
$t : menampilkan jam yang aktif
$v : menampilkan versi MS-DOS yang dipakai.
$$ : menampilkan karakter $
$_ : pindah baris (line feed).
$1 : menampilkan karakter <.
$b : menampilkan karakter !.
$d : menampilkan tanggal yang aktif.
$e : berfungsi sebagai tombol ESC.
Prompt di MS-DOS menunjukkan bahwa DOS siap menerima perintah. Secara default bentuk prompt adalah :
C:>
Contoh penggunaan prompt:
Prompt $L$L Ragil Thea $G$G$_$_$P$G
Untuk selalu mendapatkan bentuk tanda prompt seperti yang anda
inginkan maka kita bisa menempatkan perintah prompt tersebut pada file
AUTOEXEC.BAT.
VER
Digunakan untuk menampilkan versi DOS yang digunakan.
Contoh:
C:\>ver
VERIFY
Bentuk Umum:
Verify ON/OFF
Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan proses verifikasi sistem.
SISTEM OPERASI
Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris:
operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas
untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta
operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi
seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang
ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan
software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan,
dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk
software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk,
manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga
masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum
tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi.
Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan
dengan “kernel” suatu Sistem Operasi
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari
fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil
fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak
perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.
1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
2. Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
3. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
4. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang
berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru
mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang
bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multi-tasking
Operating System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan
kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan
Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja
tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut
sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS Sebagai
contoh, yang dimaksud sistem operasi itu antara lain adalah Windows,
Linux, Free BSD, Solaris, palm, dan sebagainya.
Layanan inti umum
Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan
yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu
menyediakan layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak
menjadi layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga
kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal
dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan
terus bertambah.
Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan
Antarmuka Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau
disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat
berkomunikasi dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi
dengan komputer melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi
dengan program lainnya melalui API.
Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya
pada program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut.
Contohnya bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan
pada windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang
mencolok antara window program tersebut dengan program yang lain.
Sistem Operasi saat ini
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum
(termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows – yang antara lain terdiri dari Windows
Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows
95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0,
Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7
(Seven) yang akan dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan
dirilis pada tahun 2014)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX,
seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution),
GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal
dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang
biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac
OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi
10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak
sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari
sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX,
HP/UX, dll.
Proses
Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah
chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program
komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan
instruksi.
Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer.
Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada
status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem
Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program.
Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak seluruh program dimuat
dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut.
Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media
penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program
tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat
menghemat pemakaian memori.
Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu,
sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu.
Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan
sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu
waktu. Maka bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan
multi-proses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor
hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia
berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi
penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor
menjalankan beberapa proses secara bersamaan.
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB
(Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut,
yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi
nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi
lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau
besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh
prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan
lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang
berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan
semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki
kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai
prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki
kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses
yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi
menaikkan nilai prioritasnya).
Status Proses
Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap
sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam
status yang umum, yaitu:
1. Ready, yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya.
2. Running, yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor.
3. Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap / bebas.
Desain sistem operasi
l • d • s
Sistem operasi
Kernel
Mikrokernel, Kernel monolitik, Kernel hibrid, Ruang kernel, Modul kernel, Nanokernel, Device driver, Ruang pengguna, Userland
Manajemen proses
Proses (komputer), Multiprogramming, Interrupt, Protected mode,
Supervisor mode, Computer multitasking, Manajemen proses, Penjadwalan
(komputer), Context switch, Cooperative multitasking, Preemptive
multitasking, CPU modes
Manajemen memori Memory protection, Segmentation, Paging, Memory management unit, Segmentation fault, General protection fault
Contoh AmigaOS, Microsoft Windows, Linux, GNU, UNIX, Mac OS, MS-DOS
Konsep lainnya Boot loader, API, VFS, Computer network, GUI, Sejarah sistem operasi, HAL
Konsep Dasar Sistem Operasi
• Komponen Sistem Operasi
• Layanan Sistem Operasi
• System Calls
• PemrogramanSistem
• Struktur Sistem
• MesinVirtual
• System Generation
• RancanganSistem
Komponen Sistem
• Managemen Proses
• Managemen Memori Utama
• Managemen Berkas
• Managemen I/O
• Managemen Penyimpanan Sekunder
• Jaringan
• Sistem Proteksi
• Command – Interpreter System
Process Control
• Selesai, abort
• Load, eksekusi
• Membuat dan mengakhiriproses
• Mengambil dan mengeset atribut proses
• Menunggu waktu
• Wait event, signal event
• Alokasi dan pengosongan memori
Eksekusi MS-DOS
Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts, 6thed, .2003, New York:John Wiley & Son.Inc , page 68
System Generation
• Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan pada berbagai jenis
mesin, system nya harus dikonfigurasikan untuk setiap komputer.
• Program Sysgen mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus
tentang system perangkat keras dari sebuah data, antara lain sebagai
berikut:
CPU apa yang digunakan, pilihan yang diinstal
Berapa banyak memori yang tersedia
Peralatan yang tersedia
Sistem operasi pilihan apa yang diinginkan atau parameter apa yang digunakan
• Satukali info diperoleh, bias digunakan dengan berbagai cara